Sabtu, 06 Juni 2009

Kumpulan Mata Uang dari Tahun 1946

Mata uang adalah alat pembayaran transaksi ekonomi yang digunakan di suatu negara. Untuk Indonesia, mata uang adalah Rupiah. Dahulu kala, manusia primitif belum menggunakan uang, ataupun alat pertukaran. Ini dikarenakan oleh pada waktu itu manusia dapat memenuhi semua keinginannya dari lam sekitarnya. Ketika sumber daya alam yang mereka gunakan habis, mereka berpindah dan mulai menggunakan sumber daya alam yang ada di sekitarnya lagi. Barulah ketika munculnya peradaban kuno manusia mulai menukar barang miliknya dengan barang milik orang lain, yang disebut barter. Kemudian setelah zaman lebih maju, manusia mulai menggunakan alat penukar, walaupun belum berupa uang. Alat ini disebut uang barang. Barulah setelah manusia menguasai penggunaan tulisan dan huruf, dikenallah uang atau disebut uang kepercayaan (uang fiduciair).
Apa yang di suguhkan oleh IWAN DAHNIAL tentang mata uang ini sangat memiliki nilai sejarah dan nilai seni yang tinggi. Pokoknya untuk blog nya IWAN DAHNIAL Top abis.

UANG KERTAS INDONESIA
TAHUN 1946 – 2004
(Serta uang kertas jaman Belanda dan Jepang)


Mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka adalah Oeang Republik Indonesia atau ORI. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama negara merdeka.
Resmi beredar pada 30 Oktober 1946, ORI tampil dalam bentuk uang kertas bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks undang undang ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javache Bank tidak berlaku lagi. ORI pertama dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desain sederhana dengan dua warna dan memakai pengaman serat halus.
Presiden Soekarno menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI dan uang kertas Seri ORI II yang terbit di Jogjakarata pada 1 Januari 1947, Seri ORI III di Jogjakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Jogjakarta pada 17 Agustus 1949, dan Seri 17 Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada 1 Januari 1950.
Meski masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di Jogjakarta, Surakarta dan Malang. (Sumber: Wikipedia).

Uang kertas ORI (Oeang Republik Indonesia)























Uang ORI Rp.100 dengan tandatangan Maramis


Uang ORI Rp.100 dengan tandatangan Maramis




Uang ORI Rp.600 dengan tandatangan Hatta



Uang kertas RIS (Republik Indonesia Serikat)





Republik Indonesia Serikat, disingkat RIS, adalah suatu negara federasi yang yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan 3 pihak dalam Konferensi Meja Bundar yaitu Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) (UNCI) sebagai perwakilan PBB.
Pemerintahan RIS (kabinet ministerial) dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammad Hatta, sedangkan Presidennya adalah Soekarno. Republik Indonesia Serikat yang beribu kota di Jakarta, terdiri beberapa negara bagian, yaitu:

Republik Indonesia.
Negara Indonesia Timur.
Negara Pasundan..
Negara Jawa Timur.
Negara Madura.
Negara Sumatra Timur.
Negara Sumatra Selatan.

Di samping itu, ada juga negara-negara yang berdiri sendiri dan tak tergabung dalam federasi, yaitu:

Jawa Tengah.
Kalimantan Barat.
Dayak Besar.
Daerah Banjar.
Kalimantan Tenggara.
Kalimantan Timur (tidak temasuk bekas wilayah Kesultanan Pasir).
Bangka.
Belitung.
Riau.

Republik Indonesia Serikat dibubarkan pada 17 Agustus 1950, dan kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan kendali sepenuhnya dari presiden Soekarno (kabinet presidential) beserta wakil presiden Mohammad Hatta. (Sumber: Wikipedia).

UANG KERTAS REPUBLIK INDONESIA
1951






UANG KERTAS BANK INDONESIA
1952



Rp. 5 – 1952


Rp.10 – 1952


Rp.25 – 1952


Rp.50 – 1952


Rp.100 – 1952


Rp.500 – 1952


Rp.1000 – 1952

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1953



Rp.1 – 1953

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1956


Rp.1 – 1956


Rp. 2,5 – 1956

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1957



Rp. 5 – 1957


Rp. 50 – 1957


Rp. 100 – 1957


Rp. 2.500 – 1957

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1958



Rp. 5 – 1958


Rp. 25 – 1958


Rp. 1.000 – 1958


Rp. 5.000 – 1958

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1959



Rp. 5 – 1959


Rp. 10 – 1959


Rp. 25 – 1959


Rp. 50 – 1959


Rp. 100 – 1959


Rp. 1.000 – 1959

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1960



Rp. 5 – 1960


Rp. 10 – 1960


Rp. 50 – 1960


Rp. 100 – 1960

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1961



Rp. 1 – 1961


Rp. 2,5 – 1961

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1963



Rp. 10 – 1963

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1964






5 sen – 1964


10 sen – 1964


25 sen – 1964


50 sen – 1964


Rp. 1 – 1964


Rp. 50 – 1964


Rp. 100 – 1964


Rp. 100 – 1964


Rp. 25 – 1964


Rp. 10.000 – 1964


Rp. 10.000 – 1964

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1968



Rp. 2,5 – 1968


Rp. 10 – 1968


Rp. 50 – 1968


Rp. 100 – 1968


Rp. 1.000 – 1968

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1975



Rp. 1.000 – 1975


Rp. 5.000 – 1975


Rp. 10.000 – 1975

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1977



Rp. 100 – 1977


Rp. 500 – 1977

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1980



Rp. 1.000 – 1980

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1982



Rp. 500 – 1982

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1984



Rp. 100 – 1984

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1985



Rp. 10.000 – 1985

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1986



Rp. 5.000 – 1986

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1988



Rp. 500 – 1988

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1992



Rp. 100 – 1992


Rp. 500 – 1992


Rp. 1.000 – 1992


Rp. 5.000 – 1992


Rp. 10.000 – 1992

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1993



Rp. 50.000 – 1993

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1995



Rp. 20.000 – 1995

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1998



Rp. 10.000 – 1998


Rp. 20.000 – 1998

UANG KERTAS BANK INDONESIA
1999



Rp. 50.000 – 1999


Rp. 100.000 – 1999

UANG KERTAS BANK INDONESIA
2000



Rp. 1.000 – 2000

UANG KERTAS BANK INDONESIA
2001



Rp. 5.000 – 2001


UANG KERTAS BANK INDONESIA
2004



Rp. 20.000 – 2004



Rp. 100.000 – 2004

UANG KERTAS BANK INDONESIA
2005



Rp. 10.000 – 2005


Rp. 50.000 – 2005

4 komentar pada :“ Kumpulan Mata Uang dari Tahun 1946 ”

gimana caranyanya kita punya koleksi yang lengkap seperti anda punya ? saya kepingin sekali Rizqy 081334455551

Woow Ini Merupakan Koleksi Yang Langka And Aku Suka Banget Koleksi Ini Masih Bisa Dinikmati . Oh Ya Kk Klo Aku Punya Atau Mungkin memiliki Beberapa Uang Kuno Apa Itu Bisa Kita Jual ke Koletor Kayak Kk Gak And Kira2 Berapa Harganya?
And Klo KK Penasaran Kirim E-mail Aja Ke Francis.B13_@ymail.com Ya Kk Makasih

kk nih aku lg Aku Mo Tanya Klo Aku Punya Uang Kuno yg Kk Udah Punya Koleksinya kira2 KkMo Membelinya Gak Cos Aku Punya Uang Pecahan 2 1/2 rupiah tahun 1961klo Kk Berminat KK e-mail ke Francis.b13_rasya@ymail.com Ya

kk aku nya uang kuno th 1961 mata uang 2 1/2 rupiah kira2 kk berminat gak klo kk berminat e-mail aku ke francis.b13_Rasya@ymail.com ya

Poskan Komentar

Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antar manusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.

Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Barang Antik

Barang antik (dari bahasa Latin: antiquus "tua") ialah benda menarik yang sudah berusia tua, seperti mebel, senjata, barang seni, maupun perabotan rumah tangga. Tidak terdapat definisi umum yang dapat diterima meluas seberapa antik sebuah barang, namun barang yang berusia lebih ratusan tahun lamanya dapat disebut antik. Di Amerika Serikat, UU Cukai Smoot-Hawley 1930 mendefinisikan barang antik sebagai "karya seni (kecuali permadani dan karpet yang terbuat setelah tahun 1700), koleksi dalam ilustrasi kemajuan seni, karya dari perunggu, pualam, terakota, parian, tembikar, atau porselin, benda antik artistik dan obyek karakter ornamen maupun nilai pendidikan yang harus diproduksi sebelum tahun 1830." Barang antik dijual dengan dilelang dan dari kolektor. Secara tradisional, kolektor dan orang kaya membeli barang antik, namun di negara industri, barang antik juga menarik di penyimpanan rakyat

Efek Rumah Kaca

Sampai saat ini isu yang menghantui bumi kita adalah akan terjadinya pemanasan global (global warming). Para ahli meramalkan terjadinya pemanasan global tersebut karena melihat tingginya polusi udara yang dialami bumi dan menyebabkan efek rumah kaca yang berlebihan yang dapat membahayakan bumi. Apakah pemanasan global itu? Mengapa bisa demikian? Dan apakah efek rumah kaca itu?

Akar Bahar

Barang langka ini menjadi daya tarik sebagian komunitas masyarakat Indonesia karena dipercaya dapat menghilangkan rasa nyeri sendi pada tulang, rematik dan dipercaya juga sebagai penangkal ilmu hitam, maka tak heran jawara jawara dari indonesia sering melingkarkan akar bahar ini di tangannya. Untuk cincin akar bahar saja dihargai 50.000 rupiah sedangkan jika ada akar bahar yang mempunyai diameter lebih dari satu cm maka harga pun berubah menjadi juta-an. Begitu mahalnya untuk sebuah aksesoris namun akar bahar tetap banyak peminatnya. Jika anda ingin mendapatkannya pergilah ke daerah aku di kepulauan Bangka Belitung, kalau di Bali biasa disebut kayu uli, di Sulawesi Tenggara Kab. Konawe Utara, di Halmahera Timur, di Irian Jaya atau yang sempat singgah di negeri seberang anda dapat menemukannya di Hawaii, atau di perairan Cuba.....Lihat gambar sebelah---->

Gambar Akar Bahar

Gambar Akar Bahar

Free Blog Content Sumber: KlikBCA.com KilasBerita.com

Ir. Soekarno

Ir. Soekarno1 (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – wafat di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya - berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat - menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Untuk lebih jelasnya kamu bisa baca dan klik di sini.

Daftar suku bangsa di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Banyak sekali suku-suku yang hidup di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.Biar lebih jelas lagi kamu bisa baca dan klik Di sini.

Suku Indian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Suku Indian adalah pemukim pertama Amerika Utara datang dari Asia lebih dari 20.000 tahun lalu. Karena mengikuti hewan buruan, mereka mengembara melewati Selat Bering (dulu tanah genting, kini pemisah Asia dan Amerika Utara). Lambat laun mereka menetap dan berkembang menjadi berbagai suku. Berabad-abad mereka membangun masyarakat teratur. Pada abad ke-16, orang Eropa tiba di Amerika Utara untuk pertama kali. Karena mengira tiba di India (Asia), mereka secara keliru menyebut penduduk asli itu orang "Indian". Orang Eropa menginginkan tanah. Karena itu keberadaan penduduk asli terancam. Kaum Indian lalu bertempur melawan para pemukim baru. Pada abad ke-19, suku Indian melawan pemerintah Amerika Serikat yang berusaha menggusur mereka. Lewat perjuangan sengit, kaum Indian dipindahkan ke reservat, daerah khusus buat mereka. Hingga kini banyak orang Indian masih hidup di sana.
Nih lebih jelasnya kamu klik Disini

Che Guevara

Che Guevara
Che Guevara, Nama lain: Che, Tanggal lahir : 14 Juni 1928, Tempat lahir : Rosario, Argentina, Tanggal kematian : 9 Oktober 1967 ( umur 39 ), Tempat kematian : La Higuera, Bolivia, Organisasi utama : Gerakan 26 Juli

Che Guevara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ernesto Guevara Lynch de La Serna (lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928 – wafat di Bolivia, 9 Oktober 1967 pada umur 39 tahun) adalah pejuang revolusi Marxis Argentina dan seorang pemimpin gerilya Kuba. Guevara dilahirkan di Rosario, Argentina, dari keluarga berdarah campuran Irlandia, Basque dan Spanyol. Tanggal lahir yang ditulis pada akta kelahirannya yakni 14 Juni 1928, namun yang sebenarnya adalah 14 Mei 1928. Untuk lebih jelasnya kamu baca Di sini.


Get your own LinkBox!
Tukar Link

Pengikut


ShoutMix chat widget
 
KOMUNITAS